Thursday, March 30, 2006

Berita gambar penyerahan hadiah


Hadiah-hadiah yang disediakan

Peyerahan hadiah utama kepada Pemenang
oleh Bp. P. Suharsono

Foto bersama pemenang utama

Penyerahan hadiah utama kedua
Penyerahan hadiah utama ke 3 oleh Bp. Billiamer T


Penyerahan hadiah oleh Bp. Hamdani



Foto Bersama sebagian Pemenang Doorprize

Segenap Manajemen Bank BTPN, Staf dan karyawan/ti
Mengucapkan :
SELAMAT
kepada para pemenang doorprize

Penyerahan Door Prize KC Palembang

Palembang-News- Kalau sudah rezeki memang tidak dapat ditolak. Doorprize utama berupa satu buah sepeda motor Suzuki jatuh pada nasabah Ny. Sri Purwati, Karyawati Polda Sumatera Selatan. Pada hari Rabu tanggal 29 Maret 2006 pukul 10.00 WIB bertempat di banking hall lantai 2 bank BTPN KC. Palembang, telah diserahkan keseluruhan hadiah utama doorprize kepada para pemenang. Hadiah-hadiah tersebut terdiri dari 1 unit sepeda motor Suzuki, 1 unit Tv 21", 6 unit Tv 14", 15 unit sepeda. Para pemenang merupakan nasabah bank BTPN KCI, KCP. Plaju dan Kantor Kas Baturaja.
Pada acara penyerahan yang berlangsung sederhana, Pimpinan Cabang Palembang menyampaikan ucapan selamat serta mengharapkan agar para pemenang dapat lebih meningkatkan saldo tabungannya yang akan memberi manfaat besar dikemudian hari. Selain dari pada itu diharapkan dapat memperkenalkan bank BTPN kepada anggota masyarakat yang lain seperti teman sekerja, tetangga dan keluarga-keluarganya.

Thursday, March 16, 2006

CLSA tangani go public BTPN

JAKARTA: PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional menunjuk Credit Lyonnais Securities Asia (CLSA) sebagai penjamin emisi dan Assegaf Hamzah & Partner sebagai konsultan hukum dalam IPO yang dijadwalkan Mei-Juni 2006.
Sementara itu, PT Perusahaan Pengelola Aset menyiapkan dua opsi untuk di-putuskan Menkeu dalam melakukan pelepasan 28,39% saham bank itu
Dirut BTPN Herman Sugiarto menjelaskan uang yang didapatkan dari penawaran umum perdana (IPO) saham tersebut akan dimasukkan semua ke bank itu, sehingga rasio kecukupan modalnya naik dari level saat ini 20,78%.
Penambahan CAR ini memungkinkan BTPN melakukan ekspansi kredit lebih cepat mengingat tingginya rasio kredit terhadap dana pihak ketiga yang mencapai 92,12%.
"Kami harapkan bisa melakukan IPO pada Mei atau Juni. Kalau memakai dasar laporan keuangan Desember 2005 tentu waktu yang tersedia paling lambat Juni tahun ini," ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Saat ini, tambah dia, audit atas laporan keuangan BTPN masih dituntaskan oleh Kantor Akuntan Publik Doli Bambang Sudarmadji (DBS).
Dia juga menjelaskan pihaknya masih menunggu keputusan dari BI mengenai hasil uji tuntas dan kepatutan terhadap pemegang saham baru di BTPN yakni Admiro Corp maupun jajaran manajemen yang baru.
Admiro merupakan pemegang saham baru BTPN yang menandatangani perjanjian jual beli bersyarat atas 71,6% saham pada 7 Desember 2005 dengan harga 1,75 kali nilai buku.
Investor itu membeli da-ri pemilik lama yakni Bakrie Capital 10%, Grup Rifan 22,61%, Danatama Makmur 18%, dan Fuad Mansur 20%.
Siapkan dua opsi
Sementara itu, Direktur PT PPA Ananda Barata mengatakan pihaknya menyiapkan dua opsi dalam pelepasan 28,39% saham yang di-miliki BUMN tersebut di BTPN.
"Kami siapkan opsi untuk melepas saham BTPN sebelum IPO atau setelah melakukan IPO. Belum ada keputusan yang akan diambil, kami serahkan sepenuhnya kepada Menkeu," ujarnya kepada Bisnis seusai bertemu dengan Bapepam, kemarin. Dia mengakui bertemu Bapepam un-tuk membicarakan kemungkinan IPO BTPN.
"Mengenai dua opsi tersebut kami tidak ada masalah, tentunya kalau sesudah IPO dilaksanakan penjualan saham BTPN lebih transparan karena masuk kategori perusahaan publik. Kalau sebelum IPO juga tidak ada masalah kami juga akan transparan dalam melakukan penjualan saham BTPN," paparnya.(munir.haikal@bisnis.co.id)
Oleh M. Munir Haikal Bisnis Indonesia
[www.bisnis.com – 09 Maret 2006 ]