BTPN News- PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) akan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) sekitar 25%-30% kepemilikan. Diperkirakan saham BTPN sudah tercatat di Bursa Efek Jakarta dalam semester satu tahun ini.
Menurut Erry, manajemen BTPN telah memasukkan sejumlah dokumen yang menjadi persyaratan untuk pencatatan di BEJ, pada pekan lalu. Bank tersebut menggunakan laporan keuangan per 31 Desember 2005, demikian berita yang dilansir di harian Media Indonesia.
"Mereka bilang jumlah saham yang ditawarkan sekitar 25%-30%. Kemungkinan pernyataan efektif dari Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) sudah bisa didapatkan sekitar Mei 2006. Pencatatannya di BEJ tidak lama setelah itu," ujarnya di Jakarta, Rabu (22/2).
Sebelumnya, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) menyatakan rencana pelepasan kepemilikan sahamnya sekitar 28,39% di BTPN. PPA berniat menawarkan terlebih dahulu kepada Renaissance Capital Asia melalui Admiro Corp sebagai special vehicle purpose (SPV) yang kini telah menguasai 71,6% saham.
Saturday, February 25, 2006
BTPN Siap Lakukan IPO
Monday, February 20, 2006
BTPN Bagi bagi door prize
BTPN akan lepas 30% saham
Bank BTPN pada Mei 2006 ini merencanakan melepas saham 20% hingga 30% melalui initial public offering (IPO), di mana dana hasil penjualan saham itu untuk memperkuat ekspansi kredit serta memperbaiki infrastruktur teknologi informasi dan gedung.
Direktur Utama Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Herman Sugiarto mengatakan pelepasan saham ke publik melalui bursa efek tersebut rencananya setelah digelar rapat umum pemegang saham.
"Dalam RUPS tersebut pelepasan saham ke publik sebesar 20% sampai 30% akan menjadi agenda rapat, apabila disetujui Mei 2006 ini sudah akan dimulai pelepasannya," katanya di sela acara HUT BTPN ke-48, kemarin.
Sugiarto mengatakan saham yang akan dikeluarkan merupakan saham baru, bukan saham yang selama ini dimiliki pemegang saham, sehingga tidak terkait dengan saham siapa yang akan dilepas.
Menurut dia dana segar dari hasil pelepasan saham akan diperuntukan bagi kepentingan ekspansi kredit, kemudian memperbaiki teknologi informasi, memperbaiki gedung-gedung BTPN agar lebih modern.
Akhir tahun lalu, PT Perusahaan Pengelola Aset yang menjual kepemiliknya (28,39% saham) di bank itu melalui penawaran publik. PPA juga memastikan penjualan saham akan dilakukan tahun ini.
Oleh Hilman Hidayat
Sumber: Bisnis Indonesia
Thursday, February 16, 2006
Perayaan HUT Bank BTPN di KC Palembang

Hari ini tanggal 16 Pebruari 2006, acara HUT BTPN ke 48 diperingati secara serempak diseluruh kantor cabang bank BTPN. Di KC. Palembang acara dilaksanakan pada pkl. 12.00 WIB bersama seluruh karyawan/ti, anggota IWABA serta beberapa karyawan Purnabakti.
Pada kesempatan tersebut dibacakan sambutan Direksi yang dibacakan oleh Pimpinan Cabang, P. Suharsono dan dilanjutkan dengan pengarahan-pengarahan untuk meningkatkan kinerja. Disampaikan target cabang tahun 2006 cukup berat, belum lagi seperti disampaikan dalam sambutan Direksi bahwa pada tahun ini direncanakan pelaksanaan IPO (Initial Public Offering) atau penawaran saham perdana, sehingga seluruh komponen manajemen dan karyawan harus bekerja keras agar upaya-upaya tersebut dapat tercapai.
Acara berlangsung sederhana dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang kali ini diserahkan kepada Bp. Billiamer T. sebagai Karyawan tertua dengan masa kerja lebih dari 25 tahun dan makan siang bersama serta ramah tamah.
Promo Desember 2005
Bulan promosi Kredit Pensiun KC. Palembang Desember 2005 dalam gambar :
Wednesday, February 15, 2006
Pembukaan Cabang Baru
BTPN News - Khabar baik bagi masyarakat Pekanbaru dan Samarinda, bank BTPN akan segera membuka kantor cabang baru di dua kota ini. Persiapan-persiapan telah dilakukan oleh manajemen antara lain mendapatkan lokasi kantor, persiapan SDM dan prosedure lainnya.
Alasan pembukaan pada dua kota tersebut, berdasarkan analisa kedua kota tersebut memiliki potensi yang sangat besar, khususnya jika menunjuk pada marketshare bank BTPN yaitu para pensiunan. Faktor lain yang mendukung penentuan adalah perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang baik didaerah tersebut diharapkan dapat mendongkrak perkembangan BTPN.
Tuesday, February 14, 2006
Bank BTPN Bagi-bagi Door Prize
Monday, February 06, 2006
Admiro akan kuasai penuh BTPN
Rencananya, PPA akan melepas saham BTPN pada triwulan I/2006 dan tengah menunggu penetapan nilai dari menteri keuangan dan momentum pelepasan yang tepat.
Presiden Direktur PT Recapital Investment Bank Rosan P. Roeslani mengatakan pihaknya telah melakukan pembicaraan informal dengan PPA mengenai kemungkinan pembelian saham BTPN milik BUMN itu. Recapital, memiliki mayoritas saham di BTPN melalui kepemilikannya di Admiro.
"Kami memang mempunyai rencana untuk membeli saham BTPN yang dimiliki PT PPA. Tentunya dengan catatan harga saham yang dijual sesuai dengan ekspektasi kami," ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Rosan mengaku pihaknya telah melakukan pembicaraan informal dengan PPA untuk menambah kepemilikannya di BTPN. "Secara lisan sudah kami sampaikan kalau kami berminat membeli saham BTPN. Mengenai harga belum ada pembicaraan yang lebih detail."
Admiro merupakan pemegang saham baru BTPN yang menandatangani perjanjian jual beli bersyarat atas 71,6% saham pada 7 Desember 2005 dengan harga 1,75 kali nilai buku. Investor tersebut membeli dari pemilik lama yakni Bakrie Capital 10%, Grup Rifan 22,61%, Danatama Makmur 18%, dan Fuad Mansur sekitar 20%.
Sekretaris Perusahaan PPA Renny O. Rorong ketika dikonfirmasi menyatakan sedang menunggu penetapan nilai dari Menkeu terhadap saham BTPN. "Kami harapkan penetapan harga lebih tinggi dibandingkan dengan harga saham yang dibeli oleh Admiro sebelumnya."
Menurutnya, Admiro memang mendapatkan kesempatan pertama sebagai pemegang preemptive right (hak membeli saham lebih dahulu). "Kalau sepakat kami lepas tetapi kalau tidak kami cari investor lain."
Dalam mengakuisisi saham BTPN yang pertama, Recapital memperoleh pendanaan sekitar US$46 juta yang diatur oleh Credit Suisse First Boston. Dana yang akan diperoleh dari fasilitas pinjaman ini diperkirakan mencapai 60% dari 71,6% saham yang akan diakuisisi.
Suntik modal
Rosan menuturkan pihaknya juga memastikan akan membawa modal untuk memperkuat BTPN sehingga bisa lebih cepat melakukan ekspansi kredit.
"Sekarang kami menunggu laporan dari manajemen mengenai keperluan dana untuk memperkuat BTPN. Namun, saat ini rasio kecukupan modal BTPN masih dalam posisi yang sangat memadai yaitu sebesar 25,9%."
Sebelumnya BTPN berencana melakukan penawaran saham perdana pada 2006 seiring dengan masuknya Admiro Corp yang menguasai 71,6% saham bank itu. BTPN adalah bank yang melayani kepentingan para pensiunan pegawai negeri sipil. (munir.haikal@bisnis.co.id)
Oleh M. Munir Haikal Bisnis Indonesia
[www.bisnis.com – 02 Februari 2006 ]
( Link Sumber )


